TUGAS V-CLASS saluran transmisi

1.  Sebuah beban 100 Ω dihubungkan dengan saluran transmisi 50 Ω tak meredam sepanjang λ/2. hitung :

a. Koefisien pantul di beban
b. Koefisien pantul berjarak λ/4 dari beban
c. Impedansi input
d. Impedansi input pada jarak λ/4 dari beban
e. VSWR

antonius lklpntolantonius fak

2. Sebuah beban 100 Ω dihubungkan dengan saluran transmisi 50 Ω tak meredam sepanjang λ/2. hitung :

a. Koefisien pantul di beban
b. Koefisien pantul berjarak λ/4 dari beban
c. Impedansi input
d. Impedansi input pada jarak λ/4 dari beban
e. VSWR

antonius anjing

TUGAS SELFTEST ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI HALAMAN 107-108

  1. Linear power amplifiers are used to raise the power level of Low Level AM and SSB Signals.
  2. Mosfet power amplifier is used to increase the power level of an FM signal.
  3.  Linear power amplifier operate class A,B, and AB
  4.  A class A transistor power amplifier has an efficiency of 50 percent. The output power is 27W. The power dissipated in the transistor is 13.5 W
  5. Class A amplifier conduct for 360 degrees of a sine wave input.
  6. True or false. With no input, a class B amplifier does not conduct. FALSE
  7. Class B RF power amplifiers normally used a(n) Broadband configuration.
  8. A class C amplifier conducts for approximatly 90 degrees to 150 degrees of the input signal.
  9. In a class C amplifier, collector current flows in the form of positive pulses.
  10. In a class C amplifier, a complete sinusoidal output signal is produced by a(n) Timed Circuit.
  11. The efficiency of a class C amplifier is in the range of 60 to 85 percent.
  12. The tuned circuit in the collector of a class C amplifier acts as a filter to eliminate Induced Voltage.
  13. A class C amplifier whose output tuned circuit resonates at some integer multiple of the input frequency is called a(n) Flywheel effect.
  14. Frequency multipliers with factors of 2, 3, 4, and 5 are cascaded. The input is 1.5MHz. The output is 120 MHz.
  15. A class C amplifier has DC supply voltage of 28 V and an average collector current of 1.8A. The power input is 50.4 W

RANGKUMAN TUGAS ELEKTRONIKA – TELEKOMUNIKASI (AMPLIFIER)

5.4          AMPLIFIER COMMON-EMITTER (CE)

merupakan Konfigurasi penguat tegangan yang paling banyak digunakan untuk menguatkan sinyal kecil dan frekuensi rendah biasa disebut penguat emitor ditanahkan atau emitor bersama (CE). Pada penguat emitor bersama sinyal masukan dikenakan pada basis-emitor dan sinyal keluaran dikenakan pada kolektor-emitor.

Amplifier common-emitter biasa disebut penguat emitor bersama. Dalam proses melakukan pengecekan rangkaian penguat emitor bersama, bahwa untuk meng-crosscheck sudah berfungsi apa belum yaitu dengan cara mengecek pada bagian transistornya. Dapat kita lihat pada Gambar 5.4.1(a) merupakan rangkaian Amplifier CE beserta input dan outputnya. Pada gambar tersebut dapat kita ketahui bahwa C₃ dan C₄ merupakan kapasitor pemblokir DC.

1

Pada lain gambar yaitu pada Gambar 5.4.1(b) dapat kita lihat pula gambar rangkaian ekivalen atau rangkaian pengganti pada Amplifier CE. Pada Gambar 5.4.1(b) dapat kita lihat bahwa keadaan resistansi output transistor dan resistansi bebannya berada dalam keadaan paralel. Jika indukor pada output mempunyai resistansi seri r₂ dan induktansi L₂,maka rangkaian dapat disederhanakan lagi seperti pada yang ditunjukkan pada gambar 5.4.1.(c). Pada komponen outputnya dapat dikelompokkan dalam satu bentuk admintansi (Y) sebagai :

1

Pada gambar 5.4.1(c) dapat kita analisa bahwa pada admintansi Y₁ mewakilkan lambing admintansi ₨,rb’e,dan Cb’e yang terletak paralel dengan rangkaian input. Sedangkan Y₂ berposisi sebagai admintansi output sebagaimana telah dijelaskan pada rumus diatas. Umpan balik / feedback admintansinya adalah Yɟ = jωCcb’. Persamaan arus untuk simpul outputnya adalah

1

Dapat pula kita tentukan Gain Voltagenya (Av) dengan rumus :

1

5.6          AMPLIFIER COMMON-BASE (CB)1.png

Pada gambar 5.6.1 dapat kita lihat rangkaian ekivalen untuk transistor common-base (CB) beserta versi yang disederhanakannya. Dalam gambar dapat kita lihat juga Ccb’ tampak paralel dengan kapasitansi output Cc dan karena itu tidak menyumbang kepada kapasitansi input. Disimpulkan pula bahwa resistansi input untuk rangkaian Common Base (CB) lebih kecil daripada untuk rangkaian Common Emitter (CE). Input daripada common base sendiri terletak pada emitter and base, sedangkan outputnya berada diantara collector and base. Berdasarkan gambar rangkaian,dapat kita ketahui  pula Gain Arus hubung pendek (Aisc) pada amplifier Common Base (CB) dapat dirumuskan :

1

Pada gambar 5.6.2 dapat kita lihat sebuah rangkaian Common Base (CB) dengan beban kolektor tertala,rangkaian ekivalennya,dan rangkaian yang sudah disederhanakan. Berdasarkan gambar 5.6.2,dapat kita tarik kesimpulan untuk rumus Penguat Tegangan (Av) pada suatu rangkaian amplifier Common Base (CB) yang mengacu pada terminal E-B :

1

5.7          PENGUATAN DAYA YANG TERSEDIA (Gav)

pada penguatan daya tinggi diperlukan amplifier cascade (formula friis) untuk mempertahankan faktor noise. Pada penguatan daya yang tersedia sendiri untuk kedua rangkaian (Common Base dan Common Emitter),didapatkan rumus sebagai berikut :

1

Penguatan daya pada Common Emitter dan Common Base tentunya berbeda antara satu dengan yang lain. Perhitungan rumus perbandingan ratio penguatan daya antara Common Emitter dengan Common Base dijelaskan pada rumus dibawah ini

1.png

 

5.8          AMPLIFIER CASCODE

Amplifier cascode adalah suatu kombinasi amplifier Common Emitter dan Common Base yang mempunyai  penguatan daya yang tinggi dan stabil.

1

Pada  gambar diatas Amplifier Cascode mempunyai 2 transistor pada rangkaiannya. Kedua transistor itu membawa arus kolektor (Ic) yang sama karena itu akan mempunnyai transkonduktans yang sama. Pada Amplifier Cascode,input resistans tahap Common Base (CB)  adalah rbe. Maka keseluruhan Amplifier Cascode ini memiiki ciri kinerja yang sama seperti amplifier Common Emitter (CE) tetapi dengan kestabilan dengan ketidak adaannya perubahan fasa 180o.

 

5.9          RANGKAIAN EKIVALEN HIBRIDA-π UNTUK FET

FET merupakan singkatan dari Field Effect  Transistor. Dalam banyak hal,field effect transistor memiliki kelebihan yang lebih sederhana dibandingkan dengan bipolar junction transistor (BJT) dikarenakan sangat tingginya impedansi input yang diberikan oleh gerbang kontrol. Pada FET,eksternal terminal diberi label G (Gate/Gerbang), S (Source/Sumber), dan D (Drain/Pembuangan)

1

 

Dari gambar 5.9.2(a) diatas menunjukkan amplifier CS sederhana. Dimana komponen bias dibuang.

5.10        RANGKAIAN PENCAMPUR(MIXER)

Mixer digunakan untuk mengubah sinyal dari 1 frekuensi ke frekuensi lain. Ada beberapa alasan mengapa perubahan frekuensi diperlukan. Selain itu pada kenyataannya beberapa proses mixing digunakan dalam penerapan khusus yang tampil dengan nama yang berbeda. Beberapa nama tersebut ialah modulasi, demodulasi, dan multiplikasi frekuensi. Istilah mixer sendiri pada umumnya dicadang kepada rangkaian yang mengubah sinyal frekuensi radio pada kesuatu nilai intermediate frekuensi(IF).

Contoh beberapa mixer adalah yang tersedia dalam bentuk unit packet, dengan masukan berlabel RF(Radio Frekuensi) dan output berlabel IF(Intermediate Frekuensi) dalam aplikasi penerima tentu rangkaian Oscilator merupakan suatu bagian yang menyatu dari rangkaian Mixer. berikut rumus Oscilator beserta  nilai RF-nya

1.png

Pada rumus diatas suku yang mengandung frekuensi  adalah yang biasa dipilih dengan filter, sebagai sinyal IF(Intermediate Frekuensi).

6.2 LINEAR AMPLIFIER, AMPLIFIER KELAS C, DAN FREKUENSI MULTIPLE

Pada dasarnya ada 2 tipe power amplifier yang dipakai pada transmitter,yaitu linear dan kelas C. Pada amplifier linear menghasilkan sinyal output yang sama yaitu replica dari input tetapi hanya diperbesar.  Linear amplifier terdiri dari 3 kelas yaitu kelas A,AB dan B. dan pada Tiap-tiap kelas mengindikasikan tentang bagaimana cara pembiasannya.

Pada kelas A,amplifier dibiaskan sehingga terhubung secara kelanjutan dan bekerja pada daerah aktif.

Berbeda dengan kelas A, amplifier kelas B dibiaskan pada daerah cut-off sehingga tidak ada tegangan collector (C) yang mengalir dengan tanpa adanya input.

Berbeda pula dengan kelas A ataupun dengan kelas B,Kelas AB dibiaskan didepan daerah cut-off dengan sedikit tegangan Collector (C). Kelas AB sendiri akan mengalirkan lebih dari 1800 tetapi kurang dari 3600 dari sebuah inputnya.

Diketahui bahwa amplifier kelas B dan C lebih efisien karena tegangan yang mengalir hanya untuk bagian daripada sinyal input. Jika kedua amplifier tersebut dibandingkan,Amplifier kelas C-lah yang yang menjadi amplifier yang paling efisien.

1.png

Pada gambar 6.8 merupakan gambar sirkuit broadband. Sirkuit ini akan mengamplifikasikan sinyal lebih dari jarak frekuensi broadnya. Jenis dari jarak yang memungkinkan adlaah 2 sampai 30 MHz. Power AM yang rendah atau Sinyal SSB dapat dibuat pada frekuensi yang diinginkan, kemudian diaplikasikan ke power amplifiernya untuk dikirim ke antenna.

Berbeda dengan gambar 6.8, dibawah ini merupakan rangkaian dari power amplifier push-pull RF yang berbeda. Pada rangkaian dibawah ini,menggunakan 2 power MOSFET dan dapat menghasilakn output lebih dari 1kW pada jarak frekuensi lebih dari 90MHz dengan penguatan sebesar 12 dB. Trafo yang digunakan pada input dan output adalah trafo Toroidal yang berfungsi untuk impedansi matching. Kunci dasar dari circuit transmitter AM dan FM adalah pada kelas C amplifier. Amplifier C pada AM dan FM ini sendiri digunakan pada power amplifier dalam bentuk driver, pengganda frekuensi serta amplifier akhir.

1.png

Metode pembiasan lain pada amplifier kelas C dapat kita lihat pada gambar 6.11. Dapat kita lihat pada gambar 6.11(c) disebut sebagai metode self-bias yang diturunkan langsung dari 6.11(a). Ketika tegangan mengalir pada transistor,tegangan ini dikembangkan oleh R1. Kapasitor C1 diisi dan memegang tegangan konstan. Hal ini akan dapat membuat emitter lebih positif dibandingan base.

7.4       TIPE SIRKUIT PENERIMA

Pada bab sebelumna kita sudah membahas mixer dan demodulator,jadi kita tidak akan membahas hal tersebut pada bab ini. Melainkan pada bab ini kita akan fokus membahas pada RF dan IF amplifier,AGC dan AFC sirkuit, dan sirkuit spesial lainnya yang dapat ditemukan pada receiver / penerima.

Dalam kebanyakan suatu komunikasi penerima,RF amplifier tidaklah lagi digunakan. Hal ini dapat dibuktikan pada receiver yang didesign untuk frekuensi dibawah 30MHz. Dalam hal ini penguat tegangan kurang berpengaruh dan jika berpengaruh akan menambahkan noise.

Receiver yang digunakan pada kebanyakan frekuensi berada pada kisaran 100Mhz yang berdasarkan tipe RF amplifier. Tujuan utama dari amplifier ini adalah memperkuat sinyal amplitudo yang lemah untuk mixing. Pada kebanyakan receiver,1 tahap RF biasanya menghasilkan penguat tengangan yang berkisar antara 10-30dB. Hal ini juga dapat di perkuat kembali dengan 1 transistor. Bipolar transistor digunakan pada frekuensi rendah, ketika FET sendiri lebih mengarah pada frekuensi VHF,UHF dan microwave. Pada dasarnya, FET mempunyai noise yang lebih rendah dibandingkan bipolar transistor serta memberikan performa yang lebih baik.

1.png

RF amplifier sendiri biasannya berbentuk sirkuit kelas A. Dapat kita lihat pada gambar diatas bahwa pada 7.11(a) menunjukkan contoh rangkaian dari sirkuit bipolar,sedangkan pada gambar 7.11(b) merupakan gambar rangkaian dari FET sirkuit. Perlu anda catat bahwa pada sirkuit bipolar tidak mempunyai input tuner. Antenna terhubung langsung kepada base transistor. Hal lain yang perlu anda perhatikan ialah collector ditala (tuned) dengan rangkaian resonansi paralel yang kita tau terdiri atas komponen kapasitor dan induktor untuk input mixer. Sirkuit FET sangatlah efektif dikarenakan input impedansi yang tinggi meminimalisir loading pada sirkut yang ditala (tuned).

Seperti amplifier RF, IF amplifier kapak disetel kelas A amplifier mampu memberikan keuntungan dalam 10 sampai 30 jangkauan. Biasanya dua atau lebih IF amplifier digunakan untuk memberikan keuntungan penerima secara keseluruhan memadai.

Dalam merancang sebuah penguat IF, perawatan harus diambil sehingga selektivitas tidak terlalu tajam. Jika JIKA bandwidth terlalu sempit, akan menyebabkan pemotongan sideband. ini berarti bahwa frekuensi modulasi yang lebih tinggi akan sangat berkurang dalam amplitudo, sehingga mendistorsi sinyal yang diterima.

Hal ini kadang-kadang diperlukan ketika menerima sinyal band yang sangat luas untuk memperlebar bandwidth dari amplifier IF. Ada beberapa cara untuk melakukan hal ini. Pertama, nilai tinggi resistensi dapat terhubung di sirkuit paralel disetel sehingga menurunkan Q mereka ke nilai yang akan menghasilkan band-tepat Teknik lain adalah dengan menggunakan overcoupled sirkuit disetel. Kopling antara IF amplifier stagbs di beberapa penerima dilakukan dengan dua transformator inti ferit disetel seperti ditunjukkan pada Gambar. 7-13.

1.png

Dalam banyak penerima komunikasi di mana selektivitas unggul diperlukan, sangat peka filter kristal yang digunakan untuk mendapatkan selektivitas yang diinginkan. filter kristal ini biasanya dari berbagai kisi dibahas sebelumnya dalam bab tentang SSB. Ccramic dan filter mekanik juga digunakan. filter tersebut biasanya dikemas sebagai sebuah unit dan terhubung langsung pada output dari mixer tetapi sebelum pertama IF tahap.

limiter bukanlah sirkuit khusus. Biasanya tidak lebih dari kelas konvensional A JIKA amplifier.Dengan mengemudi saturasi transistorbetween dan cutoff, puncak positif dan negatif dari sinyal input secara efektif pipih atau terpotong. Setiap variasi amplitudo yang essentidlly- dihapus. Sinyal output pada kolektor, oleh karena itu, adalah gelombang persegi.pemilihan gain keseluruhan penerima komunikasi biasanya didasarkan pada sinyal terlemah tg diterima. Dalam kebanyakan penerima komunikasi modern keuntungan individu adalah sebagai berikut: gain tegangan antara antena dan demodulator biasanya lebih dari 100 dB; penguat RF biasanya memiliki keuntungan dalam kisaran 5 sampai 15-dB; keuntungan mixer adalah dalam 6 sampai 10 rentang dB; amplifier IF memiliki keuntungan tahap individu 20 sampai 30 dB; detektor dapat memperkenalkan kerugian khas -2 ke -5 dB jika dari jenis dioda; dan gain dari tahap penguat audio dalam 20 sampai 40-dB rentang. Sebagai contoh, asumsikan keuntungan rangkaian berikut:

1.png

Penggunaan AGC menyebabkan penerima memiliki berbagai dyndmic sangat luas. rentang dinamis mengacu pada ukuran kemampuan penerima untuk menerima kedua sinyal yang sangat kuat dan sangat lemah tanpa inhoducing distorsi dan rasio sinyal terbesar yang dapat ditangani dengan terendah, dinyatakan dalam desibel Rangkaian AGC mengambil signaleither diterima di outptt dari sebuah penguat IF atau output dari demodulator dan meluruskan menjadi arus searah. Gambar 7-17 menunjukkan dua cara khas menerapkan AGC ke amplifier IF. Pada Gambar. 7-17 (a), emitor umum IF amplifier bias berasal dari pembagi tegangan terdiri dari R1 dan R2 dan emitor resistor R3. Resistor Ra diterapkan ke basis menerima tegangan dc negatif dari rangkaian AGC.

1

Rangkaian pada Gambar. 7-l7 (b) adalah serupa, tetapi bias untuk panggung berasal dari emitor resistor R, dan sirkuit AGC itu sendiri.

1.png

 

Tugas Elektronika Telekomunikasi

 

SOAL :

1. mencari informasi tentang apa itu induktansi bersama,induktansi diri.
2. rangkaian tuner/penala
3. macam2 trafo(frekuensi Rendah,menengah,tinggi)

JAWABAN :

1. INDUKTANSI DIRI (GGL Induksi Pada Kumparan)

Apabila arus berubah melewati suatu kumparan atau solenoida,maka akan terjadi perubahan fluks magnetik di dalam kumparan yang akan menginduksi ggl pada arah yang berlawanan. Ggl yg terinduksi berlawanan arah dengan perubahan fluks. Jika arus yang melalui kumparan meningkat, kenaikan fluks magnet akan menginduksi ggl dengan arah arus yang berlawanan dan cenderung untuk memperlambat kenaikan arus . Dapat disimpulkan bahwa ggl induksi ε sebanding dengan laju  perubahan arus yang dirumuskan

abc.jpg

Induktansi diri dibagi menjadi 2 yaitu induktansi pada Solenoida dan Toroida. berikut penjelasannya :

  1. SOLENOIDA

Solenoida merupakan kumparan kawat yang terlilit pada suatu pembentuk silinder. Pada kumparan solenoida panjang pembentuk melebihi garis tengahnya. Bila arus dilewatkan melalui kumparan, suatu medan magnetik akan dihasilkan di dalam kumparan sejajar dengan sumbu.

aa.png

Gambar  : Solenoida

       2. TOROIDA

Toroida adalah solenoida yang dilengkungkan sehingga sumbunya menjadi bentuk lingkaran. Induktor adalah sebuah kumparan yang memiliki induktansi diri L yang signifikan.

Toroida.png

Gambar :  Toroida

Jadi disimpulkan bahwa antara Solenoida dan Toroida adalah sama. Perbedaannya hanyalah Toroida adalah bentukan dari Solenoida yang dilengkungkan sehingga bentuk fisiknya menyerupai lingkaran.

Untitled

Induktansi diri L sebuah solenoida dapat ditentukan dengan menggunakan  induksi elektromagnetik. Medan magnet di dalam solenoida adalah:

Dengan:

L = induktansi diri solenoida atau toroida ( H)

μ0 = permeabilitas udara (4 π × 10-7 Wb/Am)

N = jumlah lilitan

l = panjang solenoida atau toroida (m)

A = luas penampang (m2)

  1. INDUKTANSI BERSAMA

Perubahan-arus-di-salah-satu-kumparan-akan-menginduksi-arus-pada-kumparan-yang-lain

Gambar :  Dua kumparan yang saling berdekatan

Apabila dua kumparan saling berdekatan, maka sebuah arus tetap I di dalam sebuah kumparan akan menghasilkan sebuah fluks magnetik Φ yang mengitari kumparan lainnya, dan menginduksi ggl pada kumparan. Menurut Hukum Faraday, besar ggl ε2 yang diinduksi ke kumparan tersebut berbanding lurus dengan laju perubahan fluks yang melewatinya. Karena fluks berbanding lurus dengan kumparan 1, maka ε2 harus sebanding dengan laju perubahan arus pada kumparan 1, dapat dinyatakan :

Untitled 121.png

Dengan M adalah konstanta pembanding yang disebut induktansi bersama. Nilai M tergantung pada ukuran kumparan, jumlah lilitan, dan jarak pisahnya. Induktansi bersama mempunyai satuan henry (H), untuk mengenang fisikawan asal AS, Joseph Henry (1797 – 1878). Pada situasi yang berbeda, jika perubahan arus kumparan 2 menginduksi ggl pada kumparan 1, maka konstanta pembanding akan bernilai sama, yaitu :

Untitled uyiuyikj

Induktansi bersama diterapkan dalam transformator, dengan memaksimalkan hubungan antara kumparan primer dan sekunder sehingga hampir seluruh garis fluks melewati kedua kumparan tersebut. Alat pemacu jantung, untuk menjaga kestabilan aliran darah pada jantung pasien merupakan salah satu contoh alat yang menerapkan induktansi bersama.

2. RANGKAIAN TUNER / PENALA

        Rangkaian Tuner  FM adalah rangkaian elektronika berupa receiver / penerima radio yang beroperasi di jalur FM. Mendengarkan siaran radio FM, baik mendengarkan sajian lagu atau berita, memiliki nuansa tersendiri. Tidak kalah asyiknya dibanding melihat tayangan di televisi. Mendengarkan siaran radio FM bisa dijadikan sebagai sarana hiburan dan mendapatkan informasi.

Tuner, atau Penala berfungsi untuk memilih kanal / stasiun dengan cara merubah gelombang radio yang diterima antena menjadi signal IF (Intermediate Frequency). Didalam Tuner terdapat 3 rangkaian utama, yaitu :

(1) Penguat frekuensi tinggi / Penguat RF (RF Amplifier)

(2) Pencampur (Mixer)

(3) Osilator lokal (Local Oscillator).

Penguat Frekuensi Radio (Penguat RF) 

Penguat  frekuensi tinggi, seperti namanya, berguna untuk menguatkan sinyal frekuensi radio yang diterima oleh antena. Penguat RF ini harus memiliki karakteristik penguatan yang merata pada seluruh bidang frekuensi dan memiliki perbedaan penguatan antar kanal yang sekecil mungkin. Karena rasio S/N (perbandingan sinyal terhadap noise) ditentukan oleh penguat RF ini, maka penguat RF harus memiliki penguatan (gain) yang cukup besar, tetapi juga harus tetap menghasilkan distorsi yang kecil jika ternyata gelombang yang diterima sudah cukup besar, untuk itulah maka ditambahkan rangkaian kontrol penguatan otomatis (AGC / Automatic Gain Control)yang diumpan-balik kan pada rangkaian RF ini.

Pencampur (Mixer)

Fungsi mixer adalah mencampur gelombang radio yang diterima antena yang telah dikuatkan oleh Penguat RF dengan keluaran osilator lokal sehingga diperoleh signal IF(intermediate frequency) yang merupakan selisih dari kedua frekuensi yang dicampur tersebut. Frekuensi pembawa sinyal yang dikeluarkan rangkaian mixer ini adalah dibuat tetap sebesar 38,9 Mhz yang merupakan frekuensi pembawa gambar yang didalamnya juga terdapat sinyal singkronisasi dan frekuensi sebesar 33,4 Mhz yang merupakan frekuensi pembawa suara.

Osilator Lokal (Local Oscillator) 

Fungsi osilator lokal adalah membangkitkan frekuensi yang nantinya dicampur dengan frekuensi yang diterima antena sehingga didapat frekuensi IF, frekuensi osilator lokal dapat diubah-ubah sesuai dengan kanal / saluran yang dipilih.Osilator lokal harus sangat stabil, karena jika osilator lokal mudah tergeser maka gambar dan suara tidak dapat direproduksi dengan sempurna. Untuk mendapatkan ke-stabilan ini maka ditambahkan rangkaian kontrol AFT (Automatic Frequency Tuning) atau AFC (Automatic Frequency Control) yang berguna untuk mendeteksi penggeseran frekuensi pembawa sinya IF gambar yang kemudian di umpan-balikkan ke osilator lokal, sehingga osilator lokal di-stabilkan oleh tegangan umpan-balik tersebut (tegangan AFT / AFC)

3.MACAM-MACAM TRAFO BERDASARKAN FREKUENSI

  1. TRAFO FREKUENSI RENDAH

Trafo frekuensi rendah merupakan trafo yang bekerja pada frekuensi audio (20Hz – 20kHz) dan frekuensi diatasnya selama masih dalam cangkupan frekuensi rendah. Ciri-ciri trafo yang bekerja pada frekuensi rendah biasanya menggunakan inti besi lunak, terutama untuk range frekuensi radio.

images (1)

Gambar : Trafo Frekuensi Rendah

        2. TRAFO FREKUENSI MENENGAH

Trafo frekuensi menengah disebut juga dengan trafo IF (Intermediate Frequency). Sesuai dengan namanya trafo jenis ini berfungsi bekerja pada frekuensi menengah. Untuk kegunaannya, trafo IF banyak dipakai pada radio-radio penerima AM/FM. Pada trafo IF sudah terdapat lilitan primer dan sekunder yang diparalel dengan sebuah kapasitor khusus untuk keperluan frekuensi menengah sehingga menjadi rangkain resonansi L-C.

Frekuensi IF sudah ada standarisasinya, yang mana untuk keperluan AM (Amplitudo Modulation) frekuensi menengah yang digunakan adalah 455kHz, sedangkan untuk keperluan FM (Frequency Modulation) frekuensi menengah yang digunakan adalah 10,7 MHz

Trafo-IF

Gambar : Trafo Frekuensi Menengah (Intermediate Frequency)

         3. TRAFO FREKUENSI TINGGI

Traf0 ini bekerja pada frekuensi tinggi yang banyak dipakai untuk keperluan pembangkitan frekuensi (osilator), lilitan resonansi, dan flyback pada rangkaian TV tabung. Trafo frekuensi tinggi digunakan untuk osilator disebut juga dengan spul oscillator. Lilitan osilator yang lazim digunakan terdapat 2 jenis yaitu Osilator Hartly dan Osilator Colpitts

images

Gambar :  Trafo Switching / Trafo Frekuensi Tinggi

source : media online

Tugas Softskill Proposal Bisnis

Nama Perusahaan                      : figan

Alamat                                          : Jl. sukarindu No. 299

Telepon                                         : 071-xxxxxxx

Ringkasan Eksekutif

Kami sebagai pengambil keputusan berkomitmen menjalankan perusahaan secara professional agar bisa menyelesaikan produk tepat waktu dan bisa menjualnya dengan lancar tanpa ada kendala. Target produksi kami satu tahun ke depan adalah membuat 2 buah produk, yaitu: automatic roof pada rumah tinggal sederhana , dan sebuah sofware pintar(pendeteksi maling) . Masing-masing produk akan kami selesaikan secepatnya. karena memngingat persaingan di dunia teknologi yg begitu pesat.

Tujuan

Dalam menjalani usaha, kami mempunyai tujuan yang terencana dan sangat matang, karena mengingat produk yg kami produksi ini berskala besar. adapun tujuan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang untuk perusahaan ini .

Tujuan jangka pendek:

Kami akan membuat produk yang berbasis teknologi automatic roof, adapun Pangsa pasar kami adalah kalangan umum.

Jangka menengah:

Kami akan membuat produk ini terutama untuk keuntungan Dapur rumah. karena kita bisa menggunakan atap otomatis pada saat mau masak dirumah supaya asap yg biasanya keluar dari dapur bisa terminimalisir. alat pintar ini juga nantinya dibekali dengan sensor  yg mengerti akan suhu/cahaya.Pangsa pasar kami adalah kalangan umum, serta restoran-restoran besar di dunia.

Jangka Panjang:

Kami akan terus berinovasi serta terus menggali informasi  guna menjawab tantangan zaman.

Misi dan Visi Perusahaan

Visi :

mencerdaskan bangsa dengan IPTEK

memberikan wadah kepada masyarakat yg memiliki kemauan atau minat dalam mengembangkan teknologi.

Misi :

  • Membuat produk yang berkulitas dan bernilai
  • Berusaha menumbuhkan generasi yang memahami IPTEK
  • Terus berinofasi guna menjadikan produk dalam negeri sebagai primadona di negeri sendiri bahkan dunia internasional.
  • menjadikan perusahan ini sebagai perusahaan yg berkelas dibidangnya

 

Sekilas Perusahaan

figan adalah perusahaan teknologi yang membuat dan mengembangkan pengaplikasian automatic roof.

Kepemilikan Perusahaan

figan adalah perusahaan bersama yang dimiliki oleh fikih, sammy, dan louise

Sejarah Singkat Perusahaan

Figan adalah perusahaan yang bergerak dibidang teknologi serta pembuatan software , khususnya software pendeteksi orang maling . Didirikan pada 13 januari  2017 oleh fikih, sammy, louise . Perusahaan ini berlokasi di Jl. sukarindu No. 299

Lokasi dan Fasilitas Perusahaan

perusahaan ini Berlokasi di Jl.sukarindu no. 299 . Tempat usaha berupa  tanah seluas 2 hectar dan terdiri dari beberapa bangunan serta tempat ibadah.

Produk

AM (anti maling)

  Software Program

  memudahkan langkah pengawasan terhadap rumah. dibekali dengan sensor gerak dan sensor lainnya yg mendeteksi mulai dari gerak tubuh suara dan lain-lain

AF ( AUTOMATIC ROOF)

  Membuat sebuah AUTOMATIC ROOF dengan sistem buka tutup otomatis berdasarkan sensor yang ada.

Karakteristik dan Perbandingan Kompetitif Produk

Produk kami adalah produk yang sangat berkualitas.  produks g kami jual merupakan produk yg berkelas tinggi serta untuk keamanan yg terjaga. karena produk yg kami buat sudah dikaji dengan matang oleh para ahli. Untuk harga, kami akan menjualnya dengan harga yg cukup mahal. karena memngingat kecanggihan teknologi yg digunakan setara dengan harga jual untuk konsumen. untuk konsumen sendiri biasanya orang-orang dikalangan atas.

Analisis Pasar

Maraknya produk bajakan berkualitas bagus yang dijual murah di pasar tentu akan menjadi salah satu kendala dalam pemasaran produk kami. namun kami mempunyai prinsip tersendiri. produk yg kami buat lebih unggul dari bajakan yg ada diluar sana. sebab dari segi sofware kami menggunakan sofware yg rumit dan hardware yg elegan.

Analisis Industri

Saat ini kami mengetahui bahwa ada beberapa perusahaan software lokal yang sudah menjual produknya ke pasar, namun begitu kami tetap berkeyakinan kalau produk kami, Insya Allah masih bisa laku lantaran adanya perbedaan karakteristik. karena kami mempercanggih setiap produk yg kami buat. serta keamanan yg sangat terjaga.

Peramalan Pasar

Jika kelak tujuan jangka menengah kami sudah tercapai, Insya Allah kami siap bersaing dengan perusahaan-perusahan besar yg berada di dunia Internasional, khususnya guna memenuhi kebutuhan konsumen .

Strategi Pemasaran

Strategi kami adalah strategi samudera biru, yang mana perusahaan kami akan bekerja sama dengan perusahaan lain guna mencapai tujuan. Salah satunya adalah bekerja sama dengan beberapa perusahaan sofware lokal dan internasional dalam hal promosi dan pemasaran. kami akan mempromosikan produk kami kepada masyarakat dengan cara memberikan diskon misalnya.

Organisasi

Perusahaan kami terdiri dari empat orang pendiri yang masing-masing akan mengepalai divisi yang dipimpinnya.

Divisi Produksi

  • Kepala Produksi

Bertanggung jawab dalam menghasilkan produk yang berkualitas

  • Product designer
  • Programmer
  • Graphic Designer dan Animator
  • Music dan Sound FX creator
  • Photographer dan Writer

Divisi Keuangan dan Manajemen

  • Kepala keuangan dan manajemen

Bertanggung jawab dalam menyediaan dana produksi dan operasional

  • Akuntan
  • Administrasi

Divisi Operasional dan Pemeliharan

  • Kepala operasional dan pemeliharaan

Bertanggung jawab dalam penyediaan dan memelihara perlengkapan kerja.

  • Teknisi
  • OB

Divisi Pemasaran

  • Kepala pemasaran

Bertanggung jawab dalam penjualan produk dan promosi.

  • Humas
  • Sales

Struktur Organisasi

Direktur utama

-kepala keuangan manajemen->akuntan->administrasi

–  kepala produksi->produk designer->programmer

– kepala operasional dan pemeliharaan->teknisi->OB

– kepala pemasaran->humas->sales

 

Estimasi Biaya

Biaya Investasi

Perlengkapan kantor

  • 10 buah meja kerja
  • 6 buah cabinet
  • 5 set kursi tamu
  • Dispenser
  • 10 buah AC

Perangkat Keras

  • laptop minimal core i7
  • Scanner
  • Printer
  • kamera digitall
  • dll

Perangkat Lunak

  • OS Windows 10 original
  • MS office 10 original
  • proteus original
  • mide original

Biaya Operasional

  Listrik selama setahun

  Telepon selama setahun

  Perlengkapan kantor setahun

  Kemasan 5000 buah

Total biaya Operasional = Rp. 140.000.000

Total Biaya keseluruhan = total biaya investasi + total biaya operasional

Total Biaya = Biaya Investasi + Biaya Operasional

Rp. 140.000.000  + Rp. 50.000.000  = Rp. 190.000.000

Pendapatan

3 produk setahun, harga penjualan x 3  target penjualan = Rp. 10.000.000 pertahun

Keuntungan

Keuntungan = Pendapatan – Total Biaya

Revenue Cost Ratio (R/C)

R/C = Pendapatan : Total Biaya

Rp. 2.000.000.000 : Rp. 190.000.000 = Rp. 10.500.000

R/C sebesar Rp. 10.500.000 menunjukkan bahwa usaha tersebut masih layak dilakukan.

Break Event Point (BEP)

BEP Produksi = Total Biaya: Harga Jual

Rp. 560.000.000 : Rp 140.000.000 = 4 keping

BEP Harga = Total Biaya : Total Produksi

Rp. 140.000.000 : 4 keping = Rp. 35.000.000/keping

Angka tersebut menunjukkan bahwa investasi akan berada dalam titik impas jika dalam setahun mampu menjual produk sebanyak 4 keping/tahun dan tingkat harga jual Rp. 35.000.000/keping

 

 

TUGAS V-CLASS 3 KOMUNIKASI DIGITAL

 

SOAL :

  1. Jelaskan tentang teknik encoding polar
  2. Jelaskan tentang teknik encoding unipolar
  3. Jelaskan tentang teknik encoding bipolar
  4. Apakah yang anda ketahui tentang satelit ?
  5. Sebutkan kelebihan dan kelemahan  menggunakan jaringan satelit!

JAWABAN :

  1. Penjelasan teknik encoding polar :

Jenis pengkodean polar ini menggunakan 2 buah level tegangan yaitu –V dan +V (tegangan positif dan negatif) untuk menyatakan data biner dengan nilai 0 dan 1.

  • NRZ-L (Non-Return to Zero Low)
    Level +V digunakan untuk menyatakan data biner 0, sedangkan level tegangan –V digunakan untuk menyatakan data biner 1.
  • NRZ-I (Non-Return to Zero Inverted)

Representasi level –V atau +V menyatakan adanya perubahan data biner dari menuju logika 1. Artinya, setiap ada perubahan urutan data biner dari 0 ke 1 atau 1 ke 1, maka level tegangan akan berubah dari sebelumnya. Misalkan level sebelumnya +V maka perubahan bit 0 ke 1 atau 1 ke 1 menyebabkan levelnya menjadi –V dan sebaliknya jika level sebelumnya –V maka perubahan data biner dari 0 ke 1 atau 1 ke 1 menyebabkan levelnya berubah menjadi +V. Perubahan data dari 0 ke 0 dan 1 ke 0 tidak akan menyebabkan perubahan level tegangan.

1

  • RZ (Return to Zero )
    Pengkodean saluran jenis Return to Zero (RZ) menggunakan level –V dan +V dengan transisi di pertengahan bit data biner. Data biner 0 dinyatakan dengan transisi dari level –V menuju 0V, sedangkan data biner 1 dinyatakan dengan transisi dari level +V menuju 0V. Contoh pengkodean saluran jenis RZ ditunjukkan pada gambar berikut ini.

2

  • Manchester
    Pengkodean Manchester menggunakan level –V dan +V dengan transisi ditengah-tengah bit data biner. Data biner 0 dinyatakan dengan transisi level tegangan dari +V menuju –V, sedangkan data biner 1 dinyatakan dengan transisi level tegangan dari –V menuju +V.
  • DifferentialManchester
    Pengkodean Differential Manchester merupakan modifikasi pengkodean Manchester, dimana letak transisi level tegangan dari –V menuju +V atau sebaliknya yaitu +V menuju –V dipengaruhi oleh data biner. Data biner 0 ditandai dengan transisi level tegangan terletak diawal interval data bit, sedangkan data biner 1 ditandai dengan transisi level tegangan terletak ditengah interval bit dari data.

3

  1. Penjelasan teknik encoding unipolar

Pengkodean saluran jenis polar tunggal atau unipolar adalah suatu pengkodean yang paling sederhana. Pengkodean unipolar hanya menggunakan sebuah level tegangan atau satu polaritas untuk menyatakan dua posisi bilangan biner yaitu yaitu 0V (bila tidak ada tegangan) dan +V untuk menyatakan data biner 0 dan 1. Pengkodean unipolar mempunyai sedikit dua persoalan, yakni komponen DC dan sinkronisasi.

  • Komponen DC
    Apabila amplitudo rata-rata dari sinyal unipolar tidak nol (1), maka hal ini disebut dengan komponen DC (dengan frekuensi nol). Dan apabila sinyal berisi komponen DC, maka tidak dapat disalurkan ke media tertentu yang mana kebanyakan media tidak dapat menangani komponen DC.
  • Sinkronisasi
    Bila sinyal tidak bervariasi, maka penerima tidak dapat membedakan mana yang awal dan mana yang akhir dari tiap-tiap bit. Inilah masalah sinkronisasi dari pengkodean unipolar, yang memungkinkan aliran datanya terdiri dari deretan panjang logika 1 atau 0. Pengkodean digital menggunakan perubahan level tegangan untuk mengindikasikan adanya perubahan bit. Perubahan sinyal juga memberikan indikasi bahwa satu bit telah berakhir dan dimulai bit berikutnya.
    Adapun contoh gambar dari pengkodean polar tunggal (unipolar), yaitu pada Gambar 1.Contoh pengkodean saluran jenis unipolar tunggal digambarkan sebagai berikut.

4

  1. Penjelasan teknik encoding bipolar :

Pengkodean bipolar yaitu pengkodean dengan menggunakan 3 (tiga) buah level tegangan yaitu –V, 0V, dan +V untuk menyatakan data biner.

  • Bipolar-AMI
    Pengkodean Bipolar-AMI menggunakan level tegangan 0V untuk menyatakan data biner 0, sedangkan data biner 1 dinyatakan dengan level tegangan –V dan +V secara bergantian.

5

  • Bipolar 8 Zeros Substitution
    1.    Bipolar dengan 8 Zeros Substitution
    2.    Berdasarkan bipolar-AMI
    3.    Apabila terdapat 8 level tegangan nol berurutan, maka kedelapan level tegangan tersebut disubstitusi oleh level tegangan 000VB0VB
    Keterangan :
    V = Valid bipolar signal
    B = Bipolar violation

6

  • High Density Bipolar 3 Zeros
    1.    Berdasarkan bipolar-AMI
    2.   Jika jumlah sinyal tidak nol setelah substitusi terakhir adalah ganjil, maka substitusi dilakukan dengan menggunakan level tegangan 000V.
    3.    Jika jumlah sinyal tidak nol setelah substitusi terakhir adalah genap, maka substitusi dilakukan dengan menggunakan level tegangan B00V.        Satelit adalah 4.satelit beserta penjelasannya . satelit merupakan benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Ada dua jenis satelit yaitu satelit alami dan satelit buatan.berikut penjelasannya :

7

SATELIT ALAMI

Satelit alami merupakan benda-benda luar angkasa bukan buatan manusia yang mengorbit sebuah planet atau benda lain yang lebih besar daripada dirinya, seperti misalnya Bulan adalah satelit alami Bumi. Sebenarnya terminologi ini berlaku juga bagi planet yang mengelilingi sebuah bintang, atau bahkan sebuah bintang yang mengelilingi pusat galaksi, tetapi jarang digunakan. Bumi sendiri sebenarnya merupakan satelit alami Matahari.

5 Satelit alami terbesar yang pernah ditemukan manusia adalah:

1.Ganymede (Jupiter), 2.Titan (Saturnus),3. Callisto (Jupiter),4. Io (Jupiter), 5.Bulan (Bumi).

SATELIT BUATAN

satelit buatan merupakan benda buatan manusia yang beredar mengelilingi benda lain seperti misalnya satelit Palapa yang mengelilingi Bumi.Satelit merupakan sebuah benda diangkasa yang berputar mengikuti rotasi bumi. Satelit dapat dibedakan berdasarkan bentuk dan fungsinya seperti: satelit komonikasi, satelit cuaca, satelit militer, dan satelit iptek. Untuk dapat beroperasi satelit diluncurkan ke orbitnya dengan menggunakan roket. Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Rusia, Perancis, dan Cina, sudah memiliki stasiun untuk melontarkan satelit ke orbitnya.

Posisi satelit berdasarkan orbitnya terbagi tiga macam, yaitu:

Low Earth Orbit (LEO): 500-2.000 km di atas permukaan bumi.

Medium Earth Orbit (MEO): 8.000-20.000 km di atas permukaan bumi.

Geosynchronous Orbit (GEO): 35.786 km di atas permukaan bumi.

Seluruh pergerakan satelit dipantau dari bumi atau yang lebih dikenal dengan stasiun pengendali. Cara kerja dari satelit yaitu dengan cara uplink dan downlink. Uplink yaitu transmisi yang dikirim dari bumi ke satelit, sedangkan downlink yaitu transmisi dari satelit ke stasiun bumi.

  1. Kelebihan serta kekurangan menggunakan jaringan satelit :

KELEBIHAN SATELIT :

  1. Satelit mampu memberikan koneksi dimana saja, karena satelit memiliki rangeyang sangat luas, dan juga satelit tidak memerlukan LOS ( line of sight ) untuk berkomunikasi tidak seperti BTS pada system komunikasi selular. Dan juga komunikasi menggunakan satelit tidak terpengaruh akan jarak.
  2. Satelit memiliki jangkauan cukup luas, baik nasional maupun internasional. Jadi dengan satelit memungking komunikasi antar provinsi dalam suatu negara, maupun komunikasi antar negar.
  3. Komunikasi dapat dilakukan secara point to point maupun ke banyak titik sekaligus secara broadcasting maupun multicasting.
  4. Satelit menyediakan bandwidth lebar dan kecapatan akses bit yang tinggi
  5. Pemasangan stasiun bumi atau VSAT dapat dilakukan dimana saja asalkan masih dalam area cakupan dari satelit.
  6. Satelit sangat ideal untuk daerah yang masih belum memiliki infastruktur telekomunikasi yang memadai karena satelit dapat menjangkau daerah tersebut asalkan daerah tersebut masih dalam daerah yang dapat dijangkau satelit.\
  7. Independen dari infrastruktur terrestrial

 

KEKURANGAN SATELIT :

  1. keterbatasan besar throughput  karena delay propagasi satelite geostasioner. Kini berbagai teknik protokol link sudah dikembangka sehingga dapat mengatasi problem tersebut. Diantaranya penggunaan Forward Error Correction yang menjamin kecilnya kemungkinan pengiriman ulang,
  2. Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelite adalah sekitar 700 milisecond (latency), sementara leased line hanya butuh waktu sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke satelite dan kembali ke bumi. Satelite geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan bumi.
  3. Satelit sangat sensitif pada cuaca dan curah hujan yang tinggi, Semakin tinggi frekuensi sinyal yang dipakai maka akan semakin tinggi redaman karena curah hujan.
  4. Pembuatan satelit memakan biaya besar.Up Front Cost satelit tinggi contohnya untuk Satelit GEO: Spacecraft, Ground Segment & Launch memakan biaya sekitar  US $ 200 jt, dengan asuransi: $ 50 jt.
  5. Distance insensitivedimana biaya yang dikeluarkan untuk komunikasi jarak pendek maupun komunikasi jarak jauh relatif sama.
  6. Satelit hanya akan efisien dalam memberikan keuntungan jika jumlah user besar dan kapasitas digunakan secara intensif.
  7. Satelit menggunakan Forward Error Correctionyang menjamin kecilnya kemungkinan pengiriman ulang.
  8. Sun Outage, Sun outage adalah kondisi yang terjadi pada saat bumi-satelit-matahari berada dalam satu garis lurus.. Energi thermal yang dipancarkan matahari pada saat sun outage mengakibatkan interferensi sesaat pada semua sinyal satelit, sehingga satelit mengalami kehilangan komunikasi dengan stasiun bumi.

TUGAS V-CLASS 2 KOMUNIKASI DIGITAL

SOAL :

  1.  Apa yang anda ketahui tentang QAM (Quadrature Amplitudo Modulation)
  2. Jelaskan tentang 4-QAM ( 1 amplitude,  4 phases)
  3. Jelaskan tentang 8-QAM (2 amplitudes, 4 phases)
  4. Sebutkan empat keuntungan dari jaringan wireline (kabel)
  5. Sebutkan lima kelemahan dari jaringan wireless (nirkabel)

JAWABAN :

1. Quadrature Amplitudo Modulation atau QAM adalah  cara pentransmisian pada laju bit-bit yang lebih tinggi pada saluran/kanal dengan lebar pita yang terbatas. Sebagai contoh penggunaan kumpulan sinyal QAM 16 titik memungkinkan 9600 bit/detik ditransmisikan pada saluran telepon dengan lebar pita 2700 Hz. Dalam kasus tersebut empat digit biner yang berurutan harus disimpan dan dikodekan kembali sebagai salahsatu dari 16 bentuk sinyal yang ditransmisikan. Sinyal-sinyal yang dihasilkan dinamakan sinyal modulasi amplitudo kuadratur (QAM). Sinyal ini dapat ditafsirkan sebagai modulasi amplitudo multitingkat yang diterapkan secara bebas pada setiap dua pembawa kuadratur.

2. Penjelasan 4-QAM ( 1 amplitude,  4 phases) :

4-QAM (1 AMPLITUDE, 4 PHASES)

QAM 4 keadaan merupakan teknik encoding M-er dengan M=4, dimana ada empat keluaran QAM yang mungkin terjadi untuk sebuah frekuensi pembawa. Karena ada 4 keluaran yang berbeda, maka harus ada 4 kondisi masukan yang berbeda. Karena masukan sinyal digital ke QAM modulator adalah sinyal biner, makauntuk memperoleh 4 kondisi masukan yang berbeda diperlukan lebih dari satu bit masukan. Dengan memakai 2 bit masukan, maka diperoleh 4 (22) kondisi yang mungkin : 00, 01, 10, 11 data masukan biner digabung menjadi kelompok dua bit. Masing masing kode bit menghasilkan salah satu dari 4 keluaran yang mungkin.

qam-4

Dua bit dimasukkan secara seri kemudian dikeluarkan secara paralel satu bit ke kanal I dan bit lainnya serentak menuju ke kanal Q. Bit di kanal I dimodulasikan dengan pembawa (sin ωct) dan bit dikanal Q dimodulasikan dengan pembawa (cos ωct). Untuk logika 1 = +1 volt dan logika 0 = -1 volt, sehingga ada 2 fasa yang mungkin pada keluaran modulator kanal I yaitu +sin ωct dan -sin ωct. Dan ada 2 fasa yang mungkin pada keluaran modulator kanal Q yaitu +cos ωct dan -cos ωct. Penjumlahan linier menghasilkan 4 fasa resultan yang mungkin yaitu : +sin ωct +cos ωct, +sin ωct -cos ωct, dan -sin ωct + cos ωct, dan -sin ωct -cos ωct. Jika masukan biner dari Q = 0 dan I = 0 maka dua masukan modulator kanal I adalah -1 dan (sin ωct). Sedangkan dua masukan modulator kanal Q adalah -1 dan cos ωct.

Sehingga, keluarannya adalah :

Modulator kanal I = (-1) ( sin ωct) = -1 sin ωct

Modulator kanal Q= (-1) (cos ωct) = -1 cos ωct

Dan keluaran dari penjumlah linier adalah

-1 sin ωct -1 cos ωct = √((-1)^2+(-1)^2 )  cos (ωct – tg -1 1)

= 1,414 cos (ωct – 450)

= 1,414 sin (ωct – 1350)

Data masukan pada QAM 4 keadaan di bagi menjadi 2 kanal. Laju pada kanal I sama dengan kanal Q yaitu setengah dari laju data masukan (fb /2). Frekuensi fundamental tertinggi ada pada data masukan ke modulator kanal I atau kanal Q , yaitu seperempat laju data masukan (fb /4). Keluaran modulator kanal I dan kanal Q memerlukan bandwidth Nyquist minimum sebesar setengah dari laju data masukan (fb /4 x 2 = fb /2) Jadi dengan QAM 4 keadaan, penekanan bandwidth terpenuhi (bandwidh minimum lebih kecil dari laju data masukan ) Sejak sinyal keluaran tidak berubah fasa sampai dua bit (dibit) terkunci laju pembelahan bit, laju perubahan keluaran (baud) tercepat juga sama dengan setengah laju data masukkan. Bandwidth minimum dan baud adalah sama.

  1. Penjelasan 8-QAM (2 amplitudes, 4 phases) :

8-QAM (2 AMPLITUDE, 4 PHASES

QAM 8 keadaan adalah teknik encoding M-er dengan M=8. Dengan QAM 8 keadaan keluaran yang mungkin untuk satu frekuensi pembawa. Untuk memperoleh 8 kondisi masukan yang berbeda maka data masukan biner digabung menjadi tiga kelompok bit yang disebut TRIBIT (23 = 8). Masing –masing kode tribit menghasilkan salah satu keluaran yang mungkin .

Masukan bit serial mengalir ke pembelah bit dimana mengubah ke bit paralel, menjadi keluaran tiga kanal (kanal I atau kanal ‘in-phase’, kanal Q atau ‘in quadrature’, dan kanal C atau ‘kontrol’). Sehingga laju bit pada masing –masing kanal menjadi sepertiga laju data masukan (fb /3). Bit kanal I dan C menuju konverter kanal I dan bit di kanal Q dan C menuju conventer kanal Q. Conventer ‘2 to 4 level’ adalah DAC (digital to analog conventer) engan masukan paralel masukan 2 bit, ada 4 tegangan keluaran yang mungkin. Bit kanal I atau Q menentukan dari polaritas dari keluaran, sinyal analog PAM (logika 1 = +V dan logika 0 = –V ). Sedangkan bit kanal C menentukan besarnya (logika 1= 1,307 V dan logika 0 = 0,541 V), karena bit kanal C sama sebagai masukan converter kanal I dan Q, maka besar sinyal kanal I dan Q selalu sama.

qam

Untuk masukan tribit Q = 0, I = 0, C = 0 (000), maka masukan converter kanal I adalah 1 = 0 dan C = 0, dari tabel kebenaran di peroleh keluaran –0,541 volt. Dan masukan converter kanal Q adalah Q = 0 dan C = 0, dari tabel kebenaran di peroleh keluaran –0,541. Lalu dua masukan modulator kanal I adalah –0,541 dan sin dan keluarannnya adalah

I = – (0,541) (sin ωct)

  = – 0,541 sin ωct

Dan dua masukan modulator kanal Q adalah –0,541 dan cos ωct laju keluarannya adalah :

Q = (– 0,541)( cos ωct)

 = – 0,541 cos ωct

Kemudian keluaran dari modulator kanal I dan Q di jumlah pada penjumlah linier dan keluarannya adalah :

= – 0,541 sin ωct – 0,541 cos ωct

= 0,765 sin ωct – 1350

Sejak data dibagi menjadi tiga kanal, laju data pada kanal I, kanal Q, dan kanal C. Adalah sebesar sepertiga dari laju data masukan (fb /3). Karena bit di kanal I, Q, C dikeluarkan secara serentak dan paralel, converter juga mengalami perubahan pada masukan keluaran pada laju yang sama yaitu fb /3

  1. Empat keuntungan dari jaringan wireline (kabel) :
  • Transmisi data 10 s/d 100 Mbps
  • Delay / waktu koneksi antarkomputer cepat
  • Transmisi data berjalan lancer
  • Biaya peralatan terjangkau

5. Lima kelemahan dari jaringan wireless (nirkabel) :

1. Kekuatan sinyal sangat tergantung dengan kondisi cuaca

Kelemahan atau kekurangan lainnya pada teknologi jaringan wireless adalah kemampuan memancarkan sinyalnya yang tergantung dengan kondisi cuaca. Apabila cuaca sedang buruk, maka hal ini tentu saja akan sangat mempengaruhi proses transmisi data pada sebuah jarngan wireless.

2. Instalasi dan pengembangan yang biayanya cukup mahal

Salah satu hal yang membuat wireless memiliki kekurangan adalah biaya implementasi dan modal yang cukup tinggi. Bagi sebuah perusahaan telekomunikasi biasa, penggunaan wireless memiliki beban yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pembangunan sebuah jaringan berbasis kabel.

3. Peralatan atau perangkat keras jaringan yang masih tinggi harganya

Perangkat keras yang memiliki kemampuan jaringan wireless juga tentu saja memiliki harga yang jauh lebih mahal dibandingkan dengan perangkat keras jaringan yang menggunakan kabel.

4. Keamanan data kurang terjamin

karena pada saat menggunakan wirelles otomatis keamanan data kita tidak aman. karena orang asing bisa masuk pada sistem kita.

5. Kapasitas jaringan terbatas

terbatasnya kapasitas jaringan.